MANFAAT ASI BAGI BAYI DAN IBU


Berbicara mengenai manfaat ASI bagi bayi dan Ibu tidak hanya berbicara mengenai manfaat dari aspek kesehatan saja melainkan ada banyak aspek yang dapat digali manfaatnya.  Selain aspek kesehatan tentu ASI memberikan dampak positif kepada psikologis, sosial-ekonomi dan juga lingkungan.
ASI ialah diet yang paling baik untuk bayi yang baru dilahirkan. Pemberian ASI disarankan secara ekslusif selama 6 bulan, kemudian dimodifikasi dengan makanan penambah ASI (MP-ASI) secara simultan hingga 1 atau 2 tahun, tergantung pertimbangan dan keinginan seorang Ibu.  Ada banyak manfaat ASI bagi kesehatan bayi, antara lain:

1. Bayi yang mendapatkan ASI secara ekslusif terbukti lebih jarang terkena Infeksi Saluran Napas Akut.
2. Bayi yang mendapat ASI secara ekslusif dan lebih terbukti mengalami OMA (Infeksi Telinga Tengah Akut) lebih jarang.
3. Bayi ASI ekslusif dan lebih menurut penelitian lebih jarang mendapatkan infeksi saluran cerna.
4. Bayi yang mendapat ASI ekslusif dan lebih terlindungi dari SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
5. Menurut penelitian ada angka penurunan sekitar 27% pada kejadian Asma, Dermatitis Alergi dan Eksim pada bayi yang mendapatkan ASI ekslusif.
6. Pada bayi yang mendapatkan ASI ekslusif terdapat angka penurunan sebesar 52% kejadian Celiac Disease (alergi usus terhadap gluten (Gluten: protein yang banyak ditemukan pada biji-bijian).
7. Bayi yang mendapatkan ASI juga diteliti mengalami lebih jarang IBD (Inflamatory Bowel Disease, proses peradangan pada saluran cerna yang disebabkan oleh gangguan imun) sebesar 31%.
8. Anak-anak dan Remaja yang dahulu mendapatkan ASI memiliki angka obesitas lebih rendah sebesar 15-30 % dibanding dengan anak-anak yang mengkomsumsi susu formula.

9. Bayi yang mendapatkan ASI ekslusif dilaporkan mengalami penurunan angka kejadian Diabetes Mellitus tipe 1 sebesar 30%. Menurut penelitian paparan bayi yang sering terhadap B-lactoglobulin dari susu sapi meningkatkan angka kemungkinan terhadap DM tipe 1.
10. Bayi dan anak-anak yang mendapatkan ASI ekslusif juga dilaporkan mengalami penurunan angka leukemia dan limfoma sebesar 20% pada Akut Leukimia Limfositik dan 15% pada Leukimia Akut Mieloid. Hingga saat ini masih terus diteliti apakah efek kandungan ASI secara langsung bekerja melindungi terhadap keganasan pada anak atau angka penurunan tersebut bekerja secara tidak langsung dengan penurunan angka infeksi pada bayi dan anak.
 

Apa sajakah kandungan ASI?

ASI adalah satu cairan yang unik. Kandungannya berubah sesuai dengan kebutuhan bayi , maksudnya ialah kandungan ASI berbeda saat bayi berusia 3 hari dan saat bayi tersebut berusia 6 bulan. ASI menyesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

1. Kolostrum: cairan berwarna kekuningan yang terbentuk selama kehamilan dan sesaat setelah melahirkan. Kolostrum mengandung banyak nutrisi dan terutama antibodi yang akan membantu fungsi pencernaan bayi.

2. Protein, Lemak, Air, Gula yang jumlahnya akan terus berubah dan kandungannya akan terus menyesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi.
 

Apa sajakah manfaat menyusui ASI pada ibu?

1. Mengurangi risiko perdarahan post partum (perdarahan setelah melahirkan)

2. Mempercepat kembalinya ukuran rahim atau uterus

3. Ibu yang menyusui dilaporkan mengalami risiko lebih kecil untuk mendapatkan depresi post partum (depresi setelah melahirkan)

4. Membantu mengurangi berat badan

5. Menurut penelitian Ibu yang menyusui ASI selama 6 bulan atau lebih mengalami risiko lebih kecil untuk mendapatkan Diabetes Mellitus tipe 2

6. Ibu yang menyusui selama 6 bulan dan lebih dilaporkan lebih sedikit terkena kanker payudara dan kanker ovarium

7. Mempererat hubungan antara ibu dengan bayinya melalui sentuhan kulit ke kulit dan juga oleh karena hormon oksitosin.
 

Menyusui ASI memberikan tidak hanya manfaat dari sisi kesehatan melainkan juga manfaat yang nyata pada aspek ekonomi. Harga susu formula yang jika memiliki kandungan protein lengkap tentu tidaklah murah sehingga memilih ASI yang kandungannya lebih alami dan kaya akan banyak menghemat. Risiko alergi pada ASI dilaporkan sedikit sehingga ini tentu saja akan mengurangi angka rawat inap karena intoleransi laktosa seperti yang sering dilaporkan pada susu formula.

Menyusui ASI memang memiliki tantangan tersendiri bagi para perempuan semacam bagaimana memastikan bahwa perempuan bisa menghasilkan ASI yang selalu cukup dengan kebutuhan bayi.  Namun jika hal tersebut berhasil ditanggulangi maka menyusui ASI jauh lebih sederhana dibanding dengan susu formula. Misalnya, Anda tidak perlu membeli alat sterilisasi untuk botol menyusui dan anda juga tidak perlu menakar seberapa susu dan seberapa air panas.

Menyusui ASI bukan hanya sekedar memberikan puting susu ke mulut bayi. Menyusui ialah tindakan yang membantu hubungan emosional ibu dengan anak. Menyusui ASI menjadi kampanye yang terus digalakkan dan harus didukung oleh semua pihak baik suami sebagai partner haruslah memberikan kepercayaan diri kepada perempuan bahwa menyusui ialah hal penting bagi keluarga. Masyarakat melalui dokter, rumah sakit, dan juga pihak lain yang terkait haruslah mengadvokasi dan mengedukasi bahwa menyusui ialah pilihan utama yang baik bagi keluarga.