Apa Saja yang Perlu Anda Ketahui tentang Kanker Prostat


Kanker prostat adalah keganasan yang paling sering dijumpai pada pria dewasa di Amerika Serikat dan Eropa. Kanker prostat akan segera menjadi perhatian utama seiring dengan meningkat nya  jumlah penduduk laki-laki lansia di negara berkembang seperti Indonesia. Selama satu dekade terakhir, persentase kesintasan 5 tahun  (survival rate) pada penderita kanker prostat menunjukkan peningkatan yakni 73,4 % pada tahun 1999-2001 menjadi 83.4% pada tahun 2005-2007 (EAU, 2015).

Prostat adalah kelenjar yang terletak diantara kandung kemih dan penis. Kanker prostat terjadi ketika sel-sel pada kelenjar prostat tumbuh dan berkembang tidak terkontrol. Normalnya, ukuran prostat akan semakin membesar seiring dengan peningkatan usia, pada usia muda ukuran prostat adalah sebesar ukuran kacang kenari. Ukuran prostat akan mulai membesar dengan cepat setelah usia 40 tahun.
 

Jenis Kanker Prostat

Sebagian besar kanker prostat adalah jenis adenokarsinoma. Adapun jenis lain sangat jarang dijumpai, misalnya; sarcoma, small cell carcinomas, neuroendocrine tumors dan transitional cells carcinomas. Pada stadium awal dan moderat pertumbuhan dan perkembangan kanker prostat cenderung lambat namun pada stadium akhir perkembangannya sebaliknya sangat cepat.
 

Etiologi

Pada umumnya belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker prostat, meskipun begitu ada 3 faktor yang telah berhasil diidentifikasi sebagai faktor risiko kanker prostat, antara lain:

1. Usia – semakin meningkat usia maka risiko juga akan semakin tinggi, umumnya kanker prostat didiagnosa pada lelaki dengan usia diatas 50 tahun.

2. Etnis – kanker prostat paling sering dijumpai diantara pria keturunan Afrika-Amerika dan Afrika  dibandingkan dengan keturunan etnis Asia

3. Riwayat Keluarga – memiliki keluarga seperti saudara lelaki atau ayah yang menderita kanker prostat dibawah usia 60 tahun meningkatkan risiko untuk memperoleh kanker prostat.

 

Selain itu ada sejumlah faktor yang juga ditenggarai menjadi risiko, yakni:

1. Obesitas – riset terkini menyebutkan bahwa terdapat kemungkinan yang besar antara obesitas dengan kanker prostat.

2. Olahraga – hasil riset menunjukkan bahwa lelaki yang rutin berolahraga cukup jarang untuk terkena kanker prostat.

3. Diet – riset saat ini terus mencari dan meneliti jenis makanan apa yang berkaitan dengan insidensi kanker prostat. Ada beberapa hubungan antara diet tinggi kalsium dengan peningkatan risiko kanker prostat.

Pada beberapa riset terkini menunjukkan angka kejadian kanker prostat lebih rendah pada pria yang mengkomsumsi makanan kaya akan beberapa zat tertentu seperti lycopene.  Lycopene ditemukan pada tomat yang dimasak dan beberapa buah-buah berwarna merah lainnya.  Selain lycopene maka selenium pada beberapa jenis kacang-kacangan juga disebutkan baik bagi prostat dan tentunya penelitian ini masih terus dipelajari dan digali.
 

Skrining dan Deteksi Dini

Deteksi dini kanker prostat seringkali ditemukan saat pasien melakukan pemeriksaan kesehatan lainnya. Sehingga deteksi dini kanker prostat dilakukan melalui prosedur pemeriksaan pasien oleh dokternya. Skrining kanker prostat merupakan topik yang masih menjadi perdebatan pada banyak literature dan diskusi urologi. Pemeriksaan PSA (Prostat Spesifik Antigen) melalui pengecekan darah adalah metode lain yang dipakai untuk pemeriksaan dini potensi kanker prostat. Dipercayai bahwa pemeriksaan PSA telah menurunkan persentase kematian yang disebabkan oleh kanker prostat.Tujuan deteksi dini kanker prostat ialah tentunya menemukan sedini mungkin untuk mengurangi angka kematian global yang disebabkan oleh kanker prostat.

Tujuan akhir pada kedua metode skrining tersebut memiliki dua aspek utama:

1. Mengurangi angka kematian oleh karena kanker prostat

2. Memelihara & meningkatkan kualitas hidup pada penderita kanker prostat
 

Gejala & Tanda:

Kanker prostat seringnya tanpa gejala sampai kanker tersebut bertumbuh dan membesar hingga kemudian menekan saluran kencing. Kanker tersebut kemudian menggangu saluran kencing sehingga gejalanya akan berkaitan dengan urinasi pasien, misalnya:

1. Frekuensi buang air kecil meningkat, umumnya pada malam hari.

2. Kesulitan untuk memulai buang air kecil

3. Kencing umumnya akan menjadi lebih lama

4. Aliran air kencing menjadi lemah

5. Selalu merasa ada banyak air kencing di kandung kemih

Ketika ada gejala-gejala diatas memang tidak secara pasti bahwa Anda memiliki kanker prostat karena gangguan prostat lainnya juga memiliki gejala yang mirip misalnya pembesaran jinak prostat dan infeksi kronis prostat. Yang penting untuk diketahui adalah jika Anda memiliki faktor risiko dan memiliki gejala diatas maka ada baiknya untuk menemui dokter spesialis urologi untuk memastikan gangguan tersebut.
 

Diagnosis

1. Digital Rectal Examination

Prosedur ini akan membantu memberikan gambaran prostat jika ada keadaan yang abnormal misalnya adanya nodul (benjolan) pada prostat, prostat yang membesar dan kaku, dan prostat yang asimetris.  Hasil dari pemeriksaan tersebut umumnya akan berkorelasi dengan peningkatan Gleason Skor dan akan menjadi pertimbangan indikasi dilakukanya biopsi (pengambilan sampel).

 

2. PSA (Prostat spesifik antigen)

PSA dihasilkan oleh sel prostat, sehingga PSA juga tentunya meningkat pada kelainan prostat lain contohnya BPH (pembesaran jinak prostat) dan prostatitis (infeksi prostat), meskipun begitu peningkatan signifikan PSA merupakan indikasi untuk dilakukannya biopsi.

 

3. Biopsi Prostat

Biopsi prostat umumnya harus melalui indikasi dari hasil pemeriksaan PSA atau Digital Rectal Examination.

 

4.  Ultrasound Transrectal

Umumnya 70%  kasus kanker prostat akan diketahui melalui prosedur tersebut.

 

5. Bone Scan

Prosedur yang dilakukan untuk memastikan kecurigaan penyebaran kanker prostat ke bagian tulang.
 

Tata Laksana

1. Pengawasan Aktif

Pengawasan aktif bertujuan untuk menentukan waktu yang tepat bagi penatalaksanaan kuratif. Pengawasan aktif juga meliputi “watchful waiting” yakni menatalaksana secara konservatif.  Jika ada pemburukan gejala baik lokal maupun sistemik maka umumnya pasien akan diterapi dengan terapi paliatif yakni melalui TURP (transurethral resection of the prostate) dan terapi hormonal atau radioterapi jika terdapat lesi metastasis.

 

2. Radikal Prostatektomi

Prosedur pembedahan untuk kanker prostat dengan mengangkat seluruh kelenjar prostat, melakukan reseksi di kedua bagian vesikula seminalis dan hingga sepanjang jaringan tisu untuk mencapai daerah negatif sel kanker. Umumnya prosedur juga diikuti dengan diseksi kelenjar getah bening pada kedua panggul.

 

3. Adjuvant, neo-adjuvant dan terapi hormonal paliatif

 

4. Radioterapi & Terapi Paliatif

 

5. Kemoterapi

Editor: DR.Dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes. Sp.U, FICS.