BULLYING dan FAKTA-FAKTANYA
Bullying saat ini menjadi salah satu fenomena yang semakin marak. Bullying ialah segala prilaku agresif yang dilakukan berulang kali. Bully paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Bully umumnya terjadi di sekitar lingkungan dimana anak-anak atau remaja tersebut menghabiskan hari mereka, misalnya di sekolah atau di kampus.
Menurut CDC, bully ialah segala prilaku agresif yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok anak-anak atau remaja yang bukan merupakan anggota keluarga atau kekasih yang tidak seimbang dan juga dilakukan berulang kali. Bully akan menimbulkan kekerasan atau trauma baik secara fisik, mental, sosial maupun terhadap pendidikan.
APA SAJAKAH JENIS BULLY?
Tindakan agresif bukan hanya berupa tindakan fisik (memukul, menjegal), melainkan prilaku agresif secara verbal juga dikategorikan bully (memanggil nama dengan agresif, menghina secara agresif, mengejek bentuk fisik), prilaku agresif dalam kehidupan social juga termasuk dalam bully (menyebarkan gosip). Di era teknologi, bully pun dapat terjadi melalui media elektronik (melalui email, forum percakapan elektronik, komentar elektronik).
BAGAIMANA DAMPAK BULLY TERHADAP KESEHATAN?
Menurut penelitian melalui Departemen Kesehatan Mental Amerika Serikat dan Organisasi Stopbullying, bully tidak hanya menimbukan dampak bagi korban bully melainkan juga pelaku bully sendiri.
Anak-anak atau remaja yang terlibat dalam bully umumnya akan lebih sering menderita gangguan kesehatan dibanding yang tidak terlibat. Adapun gejala klinis yang sering ditunjukkan ialah sakit kepala, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, mengompol serta gangguan tidur lainnya.
- Dibandingkan dengan anak-anak atau remaja yang tidak terlibat, korban bully 3 kali lebih sering menderita sakit kepala, gangguan tidur, nyeri perut dan mengompol dan juga 2 kali lebih mungkin untuk mengalami kehilangan nafsu makan.
- Pelaku bully juga memiliki kecenderungan 2 kali lebih mungkin menderita sakit kepala dan 2.5 kali lebih sering mengompol saat tidur.
- Pelaku yang juga pernah menjadi korban bully memiliki kemungkinan 6 kali sering mengompol saat tidur, 4 kali lebih sering mengalami kehilangan nafsu makan dan 3 kali lebih sering mengalami sakit perut.
- Anak- anak atau remaja yang menderita Asma, gangguan pendengaran, penglihatan atau wicara, epilepsy, obesitas atau gangguan postur lainnya memiliki risiko lebih untuk menjadi korban bully, umumnya kelainan yang melibatkan kesehatan dan fisik menjadi pemicu yang menimbulkan bully.
- Perempuan – perempuan muda yang mengalami tidakan agresif secara seksual menunjukkan gangguan gejala kesehatan lebih sering dibanding yang tidak mengalami.
- Semakin sering seseorang menjadi korban bully seringnya semakin tinggi risiko untuk mengalami gangguan kesehatan mental.
Salah satu hal paling penting ialah bagaimana mengetahui sedini mungkin bahwa anak-anak atau remaja telah menjadi korban bully melalui gejala klinis dan perubahan prilaku mereka. Hal tersebut disebut “ WARNING SIGN”, adapun tanda-tanda nya adalah:
- Adanya luka atau memar yang alasannya tidak masuk akal
- Sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, mual dan sering pura-pura sakit
- Perubahan nafsu makan, umumnya kehilangan selera makan
- Gangguan tidur seperti mengompol yang ditenggarai oleh mimpi buruk atau terbangun karena mimpi buruk
- - Sering kehilangan barang – barang pribadi mereka
- - Tiba-tiba tidak ingin berteman atau tidak berteman dengan orang-orang yang mereka cukup akrab sebelumnya
- Tidak menaruh minat kepada pelajaran
- Tampak murung atau kehilangan kepercayaan diri
- Melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri misalnya lari dari rumah atau berbicara mengenai bunuh diri.
Bully ialah salah satu kekerasan yang harus diatasi oleh setiap bagian masyarakat. anak-anak dan remaja memiliki hak untuk tumbuh dan berkarya di lingkungan yang sehat dan kondusif guna menghasilkan generasi berikutnya yang lebih baik. Jika Anda mencurigai putra atau putri Anda terlibat bully, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikiater, dokter anak ataupun psikolog.
