BERAPAKAH IDEALNYA KITA MEMINUM AIR?


Meminum air putih merupakan aktivitas yang cukup lumrah, tapi tahukah Anda bahwa dibalik normalnya mengkomsumsi air putih terdapat sebuah peranan yang vital bagi kelangsungan fungsi tubuh makhluk hidup?

 

Menurut Dr. dr. Yenny Kandarini, Sp. PD- KGH yang merupakan konsultan ginjal dan hipertensi di RS. Surya Husadha Denpasar, air merupakan komponen tubuh yang sangat penting. Sekitar 75% dari tubuh bayi dan sekitar 55% dari tubuh orang tua merupakan cairan, yang berperan penting dalam menjaga fungsi sel, jaringan dan organ. Air secara sederhana  memiliki fungsi:

  • Membawa keluar sisa metabolisme tubuh melalui air seni, buang air besar, dan keringat.

  • Menjaga suhu tubuh tetap normal

  • Melubrikasi sendi-sendi tubuh

  • Melindungi jaringan tubuh

 

Kekurangan cairan (dehidrasi) tentunya dapat menggangu fungsi dan kinerja sel, jaringan maupun organ tubuh. Sebagian besar kasus dehidrasi dapat diatasi dengan meningkatkan asupan cairan tubuh, namun jika ditemukan dehidrasi yang berat, harus segera mendapatkan terapi medis.

 

BERAPAKAH JUMLAH IDEAL KITA MEMINUM AIR?

Asupan cairan setiap orang tentunya berbeda-beda. Adanya perbedaan metabolisme tubuh, aktivitas dan lingkungan merupakan beberapa faktor yang menyebabkan berbedanya asupan cairan setiap orang. Namun, berdasarkan usia, kebutuhan cairan dapat dipetakan sebagai berikut (menurut WHO):

  • Anak yang berusia 0-6 bulan membutuhkan asupan cairan sebanyak 0.7 liter/ hari (diasumsikan meminum ASI).

  • Anak berusia 7-12 bulan membutuhkan cairan sebanyak 0.8 liter/hari.

  • Anak berusia 1-3 tahun membutuhkan cairan sebanyak 1.3 Liter/hari.

  • Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan cairan sebanyak 1.7 liter per hari.

 

Berdasarkan usai dan jenis kelamin:

  • Anak berusia 9-13 tahun (perempuan: membutuhkan 2.1 liter per hari, laki-laki: 2.4 liter per hari).  

  • Anak berusia 14-18 tahun (perempuan: membutuhkan 2.3 liter per hari, laki-lakiL 3.3 liter per hari).

  • Seseorang berusia 19 tahun keatas (perempuan: 2.7 liter per hari, laki-laki: 3.7 liter per hari)

 

Untuk atlit biasanya disarankan untuk mengganti kehilangan cairan tubuh sesuai dengan penurunan berat badan yang terjadi baik selama latihan dan turnamen. Jumlah asupan cairan sama dengan jumlah kehilangan cairan, yaitu dengan menggunakan pedoman bahwa penurunan berat badan 1 kg sama dengan kehilangan 1 liter cairan.

 

Namun, ketika Anda memiliki penyakit kronis seperti gangguan jantung, gangguan ginjal atau gangguan hati (sirosis), asupan cairan yang diminum harus dikurangi yang mana hal ini harus Anda konsultasikan lebih lanjut ke dokter Anda. Adanya pembengkakan pada kedua kaki dapat menjadi salah satu tanda adanya cairan yang berlebihan pada tubuh Anda, yang dapat merupakan tanda gangguan pada jantung, ginjal maupun hati. Segeralah ke dokter ketika Anda mendapati adanya tanda tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Tubuh Anda akan membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak ketika aktivitas Anda juga meningkat dan ketika Anda tinggal di daerah dengan iklim yang panas. Ketika Anda melakukan aktivitas berlebih atau tinggal di daerah dengan iklim panas, akan terjadi peningkatan kehilangan cairan tubuh melalui keringat dan ketika mengeluarkan nafas. Ketika aktivitas Anda meningkat, pernafasan Anda pun meningkat, hal inilah yang dapat pula menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang lebih banyak.

 

BAGAIMANA CARA KITA MENGETAHUI KITA MULAI DEHIDRASI ATAU TIDAK?

Cara termudah yang dapat kita rasakan adalah munculnya rasa haus. Keluhan berikutnya yang muncul jika semakin parah yaitu haus semakin meningkat, bibir kering, perasaan tidak nyaman dan kehilangan nafsu makan. Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan sebesar 5% dari berat badan, akan muncul keluhan sulit berkonsentrasi, sakit kepala dan mulai mengantuk. Kekurangan cairan 6% akan menimbulkan gejala kesemutan pada alat gerak. Pada level kekurangan cairan 7% dari tubuh, seseorang akan mengalami kehilangan kesadaran. Kehilangan cairan sebanyak 10% dari berat badan sangat mengancam nyawa.

 

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui sedang mengalami dehidrasi adalah ketika Anda kencing akan terlihat warna kencing mulai berwarna kuning pekat dan jumlah kencing sedikit. Organ kita yaitu ginjal memiliki peranan dalam proses penyaringan tubuh. Ketika terjadi kekurangan cairan tubuh, ginjal (melalui hormon yang disebut hormon anti-diuretik) akan kembali menyerap cairan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan mengapa kencing dapat menjadi lebih kuning atau lebih pekat.

 

Ketika Anda terhidrasi dengan baik, ginjal Anda tentunya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Ginjal dapat mengeluarkan atau memproduksi kencing lebih banyak, karena ginjal tidak akan menyerap banyak cairan.

 

Ketika dehidrasi menjadi lebih berat, ginjal bahkan tidak dapat memproduksi air kencing. Jika hal ini terjadi, segeralah menuju ke fasilitas kesehatan untuk segera mendapatkan penanganan medis.

 

HATI-HATI DENGAN OVERHIDRASI (KELEBIHAN CAIRAN)

Ketika asupan cairan tubuh justru berlebihan, hal dapat mengakibatkan adanya gangguan fungsi dan kinerja tubuh. Kandungan elektrolit seperti natrium dan kalium dan lainnya diatur dalam tubuh kita. Konsentrasi elektrolit tersebut utamanya natrium memiliki fungsi dalam menjaga keseimbangan kekentalan cairan dalam batas yang normal. Ketika Anda mengalami dehidrasi, konsentrasi natrium akan meningkat, sehingga Anda merasakan haus dan akan meminum air, sehingga konsentrasi natrium akan kembali normal.

 

Ketika Anda meminum air dengan jumlah yang besar dalam satu waktu. Misalkan saja Anda meminum 1 liter air dalam satu jam. Air akan mencairkan konsentrasi natrium. Ketika hal itu terjadi, tubuh kita akan beradaptasi dengan cara memindahkan cairan kedalam sel sehingga mengakibatkan pembengkakan di dalam sel. Ketika sel otak mengalami pembengkakan, hal ini dapat mengakibatkan Anda mengalami sakit kepala, perubahan prilaku dan personalitas, kebingungan dan penurunan kesadaran. Jika proses ini semakin memburuk, akan dapat terjadi kejang, koma dan kematian.

 

HUBUNGAN ASUPAN CAIRAN DENGAN BEBERAPA JENIS PENYAKIT

Ketika Anda mengalami dehidrasi, beberapa korelasi penyakit yang dapat terjadi adalah infeksi saluran kencing, sakit gigi, gangguan pernafasan, konstipasi, batu ginjal dan gangguan fungsi kognitif. Pun jika Anda mengalami overhidrasi (kelebihan cairan) hal ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang salah satunya dapat menyebabkan hiponatremia (rendahnya kadar natrium di dalam darah).

 

APA YANG ANDA DAPAT LAKUKAN UNTUK MENCEGAH DEHIDRASI?

  • Minum segelas air atau minuman rendah kalori ketika Anda makan dan diantara waktu makan.

  • Minum air sebelum, selama dan setelah berolahraga. Jangan meminum air yang terlalu banyak dalam sekali minum.

  • Minumlah air ketika Anda merasa lapar. Rasa haus sering dibingungkan dengan perasaan lapar.