Rubella, Mari Kita Cegah Bersama
Infeksi rubella merupakan sebuah infeksi yang berbahaya jika mengenai ibu hamil terutama jika berada pada trimester pertama ( usia kehamilan 1-3 bulan) karena bisa menyebabkan keguguran dan juga kelainan kongenital pada janin.
Infeksi rubella merupakan sebuah infeksi yang berbahaya jika mengenai ibu hamil terutama jika berada pada trimester pertama ( usia kehamilan 1-3 bulan) karena bisa menyebabkan keguguran dan juga kelainan kongenital pada janin.
PENYEBAB
Infeksi rubella disebabkan oleh virus. Sama seperti virus penyebab flu dan campak, virus rubella menyebar melalui butiran liur melalui batuk dan bersin yang kemudian menyebar di udara atau melalui penggunaan piring atau gelas dari orang yang terkena infeksi , rubella juga dapat menular jika kita memegang mata, hidung atau mulut sehabis menyentuh benda yang terinfeksi rubella.
Rubella memiliki periode inkubasi yang cukup panjang yakni 12 – 23 hari artinya seseorang akan menunjukkan gejala klinis setelah 12 – 23 hari dari hari mereka terkena virus tersebut. Mereka yang terinfeksi bisa menularkan virus tersebut bahkan 10 hari sebelum gejala muncul.
GEJALA KLINIS & KOMPLIKASI
Gejala utama dari infeksi rubella ialah timbulnya bintik kemerahan pada tubuh yang biasanya dimulai dari kepala dan leher. Bintik kemerahan tersebut biasanya akan muncul setelah hari ke 14 – 21 hari setelah infeksi, umumnya akan muncul pada hari ke 17 & 18 setelah terpapar virus tersebut.
Umumnya akan ada gejala prodromal yakni demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri di seluruh tubuh dan lemah. Gejala-gejala tersebut akan timbul 1- 5 hari sebelum bintik kemerahan muncul. Umumnya jika bintik kemerahan muncul maka demam akan hilang.
Bintik kemerahan umumnya akan berbentuk titik-titik kemerahan yang agak gatal dan menyebar dari tubuh bagian atas ketubuh bagian bawah. Biasanya akan bertahan 3 hingga 5 hari sebelum menghilang. Selain bintik kemerahan, gejala klinis lain yang sering muncul adalah sakit kepala, kemerahan pada mata dan pilek. Sekitar 50 % dari orang yang menderita infeksi rubella tidak menunjukkan gejala namun tentu saja mereka bisa menularkan infeksi tersebut.
Adapun komplikasi yang dapat ditimbulkan adalah:
Ada beberapa komplikasi yang ditimbulkan oleh infeksi rubella yakni ialah peradangan pada sendi yang biasanya akan membaik sendiri, infeksi telinga umumnya ini sering terjadi pada anak-anak dibawah usia 4 tahun. Ada beberapa serius komplikasi meski jarang terjadi yakni perdarahan terjadi akibat rendahnya jumlah keping darah, infeksi pada otak atau biasa dikenal dengan istilah Ensefalitis.
Komplikasi yang serius terjadi jika virus rubella menginfeksi ibu hamil terutama jika kehamilan berada pada minggu ke 1 hingga ke 20. Pada awal kehamilan beresiko tinggi menyebabkan keguguran. Beberapa kelainan yang timbul pada anak-anak yang Ibunya terinfeksi rubella saat mengandung adalah :
1. Gangguan paling sering:
- Tuli
- Katarak
- Kelainan Jantung
- Gangguan Tumbuh Kembang
- Gangguan pada Limpa dan Hati
- Bintik Kemerahan pada Bayi Baru Lahir
- Berat Badan Lahir Rendah
2. Gangguan lain yang jarang :
- Glaukoma
- Kerusakan otak
- Gangguan tiroid dan hormon lainnya
- Pneumonia
Terapi dan Pencegahan
Sama seperti kebanyakan penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya tidak ada terapi spesifik selain terapi yang diberikan sesuai gejala yakni pemberian anti nyeri jika ada nyeri pada sendi dan pemberian penurun demam jika ada keluhan demam.
Pencegahan sangat disarankan apalagi pada setiap pasangan yang berencana memiliki keturunan. Vaksinasi bukan hanya diberikan pada anak-anak saja melainkan juga pada pasangan yang berencana memiliki momongan. Jika perempuan telah dinyatakan hamil maka tidak disarankan untuk mendapatkan vaksinasi karena vaksin mengandung virus yang dilemahkan yang juga dapat menyebabkan gangguan pada janin.
