WASPADAI, GAGAL GINJAL PADA USIA MUDA!


WASPADAI, GAGAL GINJAL PADA USIA MUDA!  

 

Penyakit kronik seperti penyakit ginjal kronik tidak hanya dapat terjadi pada usia tua. Adanya perubahan gaya hidup yang cenderung menjadi lebih instan dan kurang berolahraga menjadi beberapa penyebab utama munculnya penyakit ginjal kronik pada usia muda. Gangguan ginjal yang serius dapat berakibat menjadi penyakit gagal ginjal dan membutuhkan pengobatan dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal untuk dapat bertahan hidup. Penyakit ginjal kronik pada usia muda semakin sering terjadi, maka hal ini dapat meningkatkan jumlah penderita penyakit gagal ginjal, pencegahan tentunya menjadi hal utama yang perlu kita lakukan.

 

MENGAPA GINJAL SANGAT DIBUTUHKAN?

Organ ginjal memiliki peranan yang sangat vital dalam hidup. Ginjal yang kita miliki pada umumnya berjumlah dua yang masing-masing terletak tepat diatas pinggang kita. Ginjal memiliki peranan dalam menyaring sisa metabolisme tubuh dan mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine (air seni). Ketika ginjal mengalami kerusakan, sisa metabolisme tubuh dan cairan tubuh dapat terakumulasi di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan pembengkakan pada kedua pergelangan kaki, pada kaki, atau tangan. Anda juga dapat mengalami muntah-muntah, badan lemas, susah tidur dan sesak nafas. Ginjal juga memiliki fungsi lain yaitu memproduksi dan melepaskan beberapa hormon terkait dengan produksi sel darah merah, metabolisme vitamin D, dan memainkan peran untuk mengatur tekanan darah. Tanpa pengobatan, kerusakan ginjal akan menjadi semakin parah, sehingga mengakibatkan ginjal tidak dapat berfungsi kembali, hal ini tentunya sangat berbahaya, dan dapat membahayakan nyawa.

 

APA FAKTOR RISIKO SESEORANG TERKENA PENYAKIT GINJAL KRONIK?

Dokter akan mendiagnosis Anda dengan penyakit ginjal kronik ketika ginjal Anda tidak menjalankan fungsinya dengan baik selama lebih dari 3 bulan. Fungsi ginjal dapat di pantau melalui pemeriksaan lab darah; kreatinin dan ureum yang meningkat diatas batas normal menunjukan fungsi ginjal yang menurun (walaupun banyak kondisi lain yang bisa meningkatkan kreatinin, contohnya diet tinggi protein, demam dan berolahraga terlalu banyak).  Pemeriksaan urin juga bisa dilakukan untuk melihat tipe tipe sel yang dapat ditemukan di urin.  

Terdapat 2 faktor utama mengapa seseorang bisa jatuh ke dalam kondisi yang kita sebut sebagai penyakit ginjal kronik, yaitu HIPERTENSI (tekanan darah tinggi) dan DIABETES (penyakit kencing manis). Gula darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada saringan ginjal. Tekanan darah yang tinggi, dapat mengakibatkan pembuluh darah di ginjal menjadi tegang, sehingga dapat mengganggu kinerja ginjal.

 

APA LANGKAH PENCEGAHAN YANG DAPAT KITA LAKUKAN?

Umumnya, faktor risiko yaitu hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit yang sangat dapat dicegah. Kedua penyakit tersebut disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Prof. Dr. dr. Ketut Suwitra, Sp. PD-KGH, yang merupakan konsultan hipertensi dan ginjal di Surya Husadha Hospital merekomendasi beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk dapat mencegah penyakit ginjal kronik:

  1. Jika Anda telah mengalami penyakit hipertensi dan diabetes atau kondisi penyakit kronik lainnya, lakukanlah pengobatan dan kontrol kesehatan sesuai anjuran dokter. Hal ini dilakukan untuk dapat memonitor perkembangan kesehatan dengan baik sehingga dapat mencegah kerusakan pada ginjal.

  2. Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke, yang dimana hal ini berhubungan dengan peningkatam risiko terhadap kerusakan ginjal. Berhenti merokok dapat meningkatkan status kesehatan umum Anda.

  3. Diet Sehat. Dengan melakukan pola hidup diet seimbang, Anda dapat menurunkan risiko penyakit ginjal dengan tetap menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol pada level yang normal. Anda juga sebaiknya membatasi asupan garam tidak melebihi 2.3 gram atau 1 sendok teh garam (menurut American Heart Association) untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

  4. Tidak mengkonsumsi alkohol. Dengan mengkonsumsi alkohol, tekanan darah Anda akan lebih tinggi dari kadar normalnya.  Alkohol pun akan di proses menjadi gula di dalam tubuh, dan meningkatkan risiko diabetes. Jenis alkohol seperti bir dan wine mengandung asam urat yang tinggi yang juga bisa menyebabkan pemburukan kondisi ginjal.

  5. Olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit ginjal. Direkomendasikan setidaknya Anda berolahraga selama 150 menit dalam seminggu dengan cara bersepeda atau berjalan cepat.

  6. Hati-hati dalam meminum obat anti nyeri. Penyakit ginjal dapat terjadi ketika Anda mengkonsumsi terlalu banyak atau terlalu lama mengkonsumsi obat anti nyeri golongan non-steroidal anti-inflammatories seperti aspirin atau ibuprofen. Jika Anda membutuhkan mengkonsumsi anti nyeri, pastikan Anda mengkonsumsi sesuai dengan anjuran obat tersebut.