Apakah Saya Perlu Tidur Lebih Banyak?


Kehidupan modern dan tuntutannya semakin membuat manusia kehilangan jam tidur. Kurang tidur menjadi sebuah endemik yang dianggap ‘’normal’’ . Katastropi kurang tidur ini menurut banyak ahli seperti salah satunya oleh Professor Matthew Walker yang merupakan Direktur pada Pusat Sains Tidur di Univeristy of California, Berkley, memiliki kaitan erat dengan gangguan fatal kesehatan manusia.

Menurut Pusat Data Insomnia, manusia di era ini telah mengalami pengurangan jam tidur sebesar 20 persen dibandingkan manusia yang hidup 100 tahun lalu. Kurangnya jam tidur mempengaruhi secara langsung kepada proses biokimia dan biologi tubuh yang pada akhirnya akan mempengaruhi fungsi organ dan tubuh manusia.

Meski begitu, masyarakat modern tidak terlalu menanggapi hal ini dengan serius. Justru sebaliknya, tidur seringkali dikaitkan dengan menjadi malas.  Sosial media dan telefon pintar, komputer, kehidupan penuh listrik di perkotaan, polusi suara, kopi dan alkohol, serta kecemasan dan berbagai tekanan psikologis lainnya secara serentak saling berkontribusi menyebabkan manusia mengalami kurang tidur.

WHO sendiri telah menetapkan bahwa pekerjaan dengan  jaga malam dikategorikan sebagai karsinogen (berpotensi menyebabkan kanker). Menurut penelitian jika tubuh manusia secara berkesinambungan mengalami kurang tidur maka produksi sel darah putih (Sel T, yang berfungsi sebagai sel imun) akan berkurang sehingga fungsi sistem imun akan menurun.

Kurang tidur juga disebutkan memiliki kaitan erat dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung. Ketika orang dewasa memiliki jam tidur yang tiap harinya kurang dari enam jam maka sel-sel inflamasi akan meningkat dan juga terjadi peningkatan C- Reactive Protein. Peningkatan sel – sel inflamasi tersebut menyebabkan proses inflamasi didalam tubuh secara pelan pelan namun berkepanjangan yang ditenggarai sebagai salah satu faktor penyumbatan dipembuluh darah yang berakhir dengan peningkatan tekanan darah dan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darahnya.

Selain dampak bagi sistem imun dan penyakit kronis, gangguan tidur juga memberikan dampak negatif lainnya, yakni:

  1. Gangguan Mood
  2. Gangguan Konsentrasi, jam tidur yang kurang akan mempengaruhi fungsi kognitif dan atensi
  3. Mudah Lupa/Gangguan Memori
  4. Peningkatan berat badan
Berapa Banyak Tidur yang Kita Butuhkan?
Menurut Susan Zafarlotfi, PhD, Direktur Klinis pada Institut Gangguan Kesehatan dan Tidur di Fakultas Kedokteran Universitas Hackensack New Jersey, setiap orang memiliki kebutuhan jam tidur yang berbeda. Pada beberapa orang yang secara alami memiliki sistem pertahanan tubuh sangat kuat, mereka tidak mudah mengantuk meski memiliki aktivitas yang padat. Sedangkan, pada sebagian orang mereka akan mudah mengalami pilek jika mengalami kurang tidur. Dari berbagai perbedaan tersebut, sangat sulit menentukan tingkat ideal tidur yang seragam namun disebutkan bahwa 7-8 jam waktu tidur setiap harinya akan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan.

Tingkatan Proses Tidur
Secara garis besar ada 2 fase tidur yakni Non REM dan REM (REM: Rapid Eye Movement). Namun dari fase Non REM hingga REM terdapat 5 fase yakni:
  1. Fase Pertama : saat anda meletakkan badan, mulai menutup mata dan otot mulai meregang. Pada fase ini, kita masih mudah terbangun baik oleh suara maupun gerak.
  2. Fase Kedua: kita jatuh tertidur, mulai tidak menyadari adanya suara atau gerak. Gerakan mata mulai berkurang, suhu tubuh mulai turun, denyut nadi dan pernafasan masih teratur, gelombang otak mulai berkurang meski sesekali masih ada ledakan aktivitas gelombang otak.
  3. Fase Ketiga: ini merupakan fase tidur yang dalam. Ditandai dengan aktivitas gelombang otak yang jauh berkurang, sedikitnya ledakan aktivitas gelombang otak yang sporadis. Pernafasan mulai melambat dan otot pernafasan mulai rileks. Umumnya pada fase ini kita akan sulit dibangunkan dan pada fase ini  anak-anak kerap kali mengompol.
  4. Fase Keempat: ini adalah fase terdalam pada tidur manusia. Ditandai dengan sangat lambatnya aktivitas gelombang otak, tidak adanya gelombang sporadis otak. Pada fase ini kita akan sangat sulit dibangunkan. Pada tingkatan ini, terjadi fungsi tubuh yang lainnya yakni pelepasan faktor-faktor yang berfungsi memperbaiki kerusakan jaringan dan pelepasan hormone pertumbuhan.
  5. Fase kelima (fase REM): adalah fase dimana kita bermimpi. Ditandai dengan gerakan mata yang cepat, denyut nadi dan tekanan darah meningkat, gerak pernafasan cepat dan dangkal. Pada fase ini otot dan alat gerak mengalami paralisis yang berfungsi mencegah manusia melaksanakan adegan-adegan yang ada dalam mimpinya.
Gangguan ataupun intervensi pada proses fase tidur ini akan menyebabkan perasaan lelah atau tidak menyenangkan saat kita bangun dari tidur.
Mengetahu betapa vitalnya tidur pada fungsi tubuh maupun kehidupan manusia akan membantu kita untuk mengambil langkah memperbaiki kualitas tidur kita. Ada beberapa langkah untuk memperbaiki tidur yaitu:

1. Pergilah ketempat tidur 30 menit sebelum jam tidur anda
2. Matikan lampu atau sumber pencahayaan, televisi, komputer dan telefon genggam
3. HIndari mengkonsumsi kafeine setelah jam makan siang
4. Hindari konsumsi gula diatas jam 7 malam
5. Olahraga teratur
Dengan memperbaiki pola tidur, secara tidak langsung kita telah bertindak untuk meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental yang jika terlaksana secara baik juga akan membantu funsgi kita dalam kehidupan pekerjaan dan sosial.